Saturday, November 28, 2009
Friday, November 13, 2009
pursue your passion.
selama ini gw udah mengikuti ekskul bisnis di sekolah sejak kelas satu. Gw sebenernya gak tau juga kenapa gw bisa masuk ekskul ini pada pertama kalinya. Tapi, selama ini cukup menyenangkan. Di sisi baliknya gw gak yakin apakah gw bener-bener suka sama dunia bisnis untuk dijadikan jalan hidup. Denger-denger kata orang sih misalkan orang kerja di suatu bidang yang dia sukai, seumur hidup dia tidak perlu bekerja.
Kok gw jadi gak punya tujuan hidup begini ya? satu tahun itu cepat loh dan gw harus cepat menentukan kalau gak mau nyasar. Pilih kuliah dan jurusan itu kayak pilih pasangan hidup nih, harus dipikir dulu bisa sejalan apa enggak apakah bakal cerai di tengah jalan atau enggak. Gw masalahnya gak percaya deh sama yang namanya tes minat dan bakat yang waktu itu pernah di sekolah deh..
kata bokap sih, "kesuksesan anak perempuan itu diliat dari suaminya." dulu dia pernah ngomong gini inget gw. Tapi gw gak mau bergantung pada nasib hopefully suami gw doang cukup. gak. gak bisa hanya bergantung pada itu doang. Pokoknya gw harus bisa hidup sendiri lah nanti jangan sampai bergantung dan jadi boneka.
makanya gw di rumah leyeh leyeh begini gak jelas. oh apabila anda berpikir tugas saya sudah selesai semua.... anda SALAH BESAR. tugas saya yang belum masih belasan. sedangkan sebentar lagi mau pekan ulangan. oh dunia ini terasa manis. tapi sebaliknya juga.. gw bersyukur.
kalau di al-izhar ya kan kelas jurusan itu katanya digolongkan berdasarkan kemampuannya, tapi gw lebih suka kelasnya dicampur. kalau dicampur itu semuanya jadi seimbang.. walaupun yang pinter harus berusaha untuk nunggu yang lama menyerap, dan yang lama menyerap harus maraton biar bisa ngejar yang minter.. tapi lo pikir lagi deh, malah yang bagus yang kayak begini. kalo kelasnya seperti sekarang nih.. yang ada yang pinter makin jadi pinter abis.
akhir-akhir ini gw jadi makin gak jelas sama nilai gw deh. sedangkan kalo gw flashback kelas SMP deh, gw itu fisika ya gak pernah dapet diatas 70. dapet 60 aja udah bagus. mungkin semua orang berubah ya. tapi jujur pas kelas 3 SD gw tuh sukaaa banget sama sains kalo gw ngeliat yang namanya pelajaran sosial kayak sejarah gitu ya mau muntah rasanya. tapi disangka tak disangka ipa pun ada pelajaran sejarahnya.. suka bukan berarti jago ya.
Kok gw jadi gak punya tujuan hidup begini ya? satu tahun itu cepat loh dan gw harus cepat menentukan kalau gak mau nyasar. Pilih kuliah dan jurusan itu kayak pilih pasangan hidup nih, harus dipikir dulu bisa sejalan apa enggak apakah bakal cerai di tengah jalan atau enggak. Gw masalahnya gak percaya deh sama yang namanya tes minat dan bakat yang waktu itu pernah di sekolah deh..
kata bokap sih, "kesuksesan anak perempuan itu diliat dari suaminya." dulu dia pernah ngomong gini inget gw. Tapi gw gak mau bergantung pada nasib hopefully suami gw doang cukup. gak. gak bisa hanya bergantung pada itu doang. Pokoknya gw harus bisa hidup sendiri lah nanti jangan sampai bergantung dan jadi boneka.
makanya gw di rumah leyeh leyeh begini gak jelas. oh apabila anda berpikir tugas saya sudah selesai semua.... anda SALAH BESAR. tugas saya yang belum masih belasan. sedangkan sebentar lagi mau pekan ulangan. oh dunia ini terasa manis. tapi sebaliknya juga.. gw bersyukur.
kalau di al-izhar ya kan kelas jurusan itu katanya digolongkan berdasarkan kemampuannya, tapi gw lebih suka kelasnya dicampur. kalau dicampur itu semuanya jadi seimbang.. walaupun yang pinter harus berusaha untuk nunggu yang lama menyerap, dan yang lama menyerap harus maraton biar bisa ngejar yang minter.. tapi lo pikir lagi deh, malah yang bagus yang kayak begini. kalo kelasnya seperti sekarang nih.. yang ada yang pinter makin jadi pinter abis.
akhir-akhir ini gw jadi makin gak jelas sama nilai gw deh. sedangkan kalo gw flashback kelas SMP deh, gw itu fisika ya gak pernah dapet diatas 70. dapet 60 aja udah bagus. mungkin semua orang berubah ya. tapi jujur pas kelas 3 SD gw tuh sukaaa banget sama sains kalo gw ngeliat yang namanya pelajaran sosial kayak sejarah gitu ya mau muntah rasanya. tapi disangka tak disangka ipa pun ada pelajaran sejarahnya.. suka bukan berarti jago ya.
so how can you tell me you're lonely
and say for you that the sun doesn't shine..
Let me take you by the hand and lead you through the streets of London
I'll show you something that will make you change your mind
and say for you that the sun doesn't shine..
Let me take you by the hand and lead you through the streets of London
I'll show you something that will make you change your mind
Wednesday, November 11, 2009
the beanstalk.
suasana hari ini mendung mendung gak jelas walaupun panas.
Sehari sebelum malam ini gw sangat panik karena besok ulangan mat. kenapa? karena saya sering bengong di kelas. Jadi setelah nanya nanya sama firly di msn dan dijelaskan via msn, gw pun sedikit mengerti. Karena kata orang-orang mayoritas mengatakan itu gampang, jadi gw gak sedikit tenang. Nah gw niat kan besok pagi belajar lagi sama si pirli tau tau nya ya............... gandul macet. stuck. terlambat. tidak mengikuti pelajaran mat. tidak ikut UH. yeah mana poinnya gak dikurangi karena banyak yang telat.
kenapa judulnya the beanstalk? ini diambil dari cerita Jack and The beanstalk. cerita tentang seorang bocah yang menukar sapinya dengan beberapa buah biji. Ibu nya pun memarahinya karena menjual sapi satu satunya itu untuk biji yang tidak berharga. tetapi ternyata itu bukan biji biasa, itu magic beans.
Apabila kita analogikan: "walaupun kita pikir kita menukarkan sesuatu milik kita yang berharga dengan sesuatu yang tidak berharga, siapa tahu dengan menukarnya dengan hal yang tidak berharga akan berkembang menjadi suatu hal yang lebih berharga." mungkin.
coba kita pikir-pikir lagi deh, kegagalan. kegagalan?? kita sekali dua kali belom berhasil belum dapat tergolong gagal. beethoven aja tuli bisa bikin lagu (gak ada hubungannya). harga diri gw walaupun terinjak-injak (iya, terinjak-injak untuk kesekian kalinya) terus mempermalukan diri sendiri (untuk kesekian kalinya) juga belom tergolong gagal kok. itu artinya belum berhasil. walaupun sekilas mirip, "belum berhasil" dan "gagal" itu beda loh. belum berhasil artinya belum menemukan cara untuk berhasil, sedangkan gagal artinya tidak ada cara lagi untuk dicoba.
Walaupun saat ini gw istilahnya ditendang ke bawah. gw jadi belajar. kayak misalkan kita di atas pohon ngeliat ke bawah, terus kita ditendang jatuh ke bawah, kan kita jadi melihat hal yang baru dan berbeda walaupun di tempat yang sama. Disitulah proses perkembangan diri. Sekali lagi, gw telah menambah pengalaman. Siapa tahu, tendangan yang sekarang ini bisa berubah menjadi ayam yang mengeluarkan emas. amin.
gw sekarang lagi ngebayangin orang-orang di pelosok pelosok indonesia yang mungkin lagi mikir, "andai gw sekarang bisa makan dengan tenang, tidur di kasur yang empuk, bisa sekolah.." mereka lagi mikirin gimana mereka bisa survive besok. Terus gw bayangin pak SBY mikirin, "aduh negara kita udah krisis energi.. banyak yang rugi.. perekonomian negara yang belum membaik.. bencana terjadi dimana-mana..". Terus gw bayangin diri gue yang mikirnya cuman sekedar, "gw diterima osis gak ya? uh mat gw nilainya berapa? belum susulan biologi lagi." lah? cemen banget kan kesannya.
Sehari sebelum malam ini gw sangat panik karena besok ulangan mat. kenapa? karena saya sering bengong di kelas. Jadi setelah nanya nanya sama firly di msn dan dijelaskan via msn, gw pun sedikit mengerti. Karena kata orang-orang mayoritas mengatakan itu gampang, jadi gw gak sedikit tenang. Nah gw niat kan besok pagi belajar lagi sama si pirli tau tau nya ya............... gandul macet. stuck. terlambat. tidak mengikuti pelajaran mat. tidak ikut UH. yeah mana poinnya gak dikurangi karena banyak yang telat.
kenapa judulnya the beanstalk? ini diambil dari cerita Jack and The beanstalk. cerita tentang seorang bocah yang menukar sapinya dengan beberapa buah biji. Ibu nya pun memarahinya karena menjual sapi satu satunya itu untuk biji yang tidak berharga. tetapi ternyata itu bukan biji biasa, itu magic beans.
Apabila kita analogikan: "walaupun kita pikir kita menukarkan sesuatu milik kita yang berharga dengan sesuatu yang tidak berharga, siapa tahu dengan menukarnya dengan hal yang tidak berharga akan berkembang menjadi suatu hal yang lebih berharga." mungkin.
coba kita pikir-pikir lagi deh, kegagalan. kegagalan?? kita sekali dua kali belom berhasil belum dapat tergolong gagal. beethoven aja tuli bisa bikin lagu (gak ada hubungannya). harga diri gw walaupun terinjak-injak (iya, terinjak-injak untuk kesekian kalinya) terus mempermalukan diri sendiri (untuk kesekian kalinya) juga belom tergolong gagal kok. itu artinya belum berhasil. walaupun sekilas mirip, "belum berhasil" dan "gagal" itu beda loh. belum berhasil artinya belum menemukan cara untuk berhasil, sedangkan gagal artinya tidak ada cara lagi untuk dicoba.
Walaupun saat ini gw istilahnya ditendang ke bawah. gw jadi belajar. kayak misalkan kita di atas pohon ngeliat ke bawah, terus kita ditendang jatuh ke bawah, kan kita jadi melihat hal yang baru dan berbeda walaupun di tempat yang sama. Disitulah proses perkembangan diri. Sekali lagi, gw telah menambah pengalaman. Siapa tahu, tendangan yang sekarang ini bisa berubah menjadi ayam yang mengeluarkan emas. amin.
gw sekarang lagi ngebayangin orang-orang di pelosok pelosok indonesia yang mungkin lagi mikir, "andai gw sekarang bisa makan dengan tenang, tidur di kasur yang empuk, bisa sekolah.." mereka lagi mikirin gimana mereka bisa survive besok. Terus gw bayangin pak SBY mikirin, "aduh negara kita udah krisis energi.. banyak yang rugi.. perekonomian negara yang belum membaik.. bencana terjadi dimana-mana..". Terus gw bayangin diri gue yang mikirnya cuman sekedar, "gw diterima osis gak ya? uh mat gw nilainya berapa? belum susulan biologi lagi." lah? cemen banget kan kesannya.
"because the people who are crazy enough to think they can change the world, are the ones who do."
-J.K.
-J.K.
Subscribe to:
Posts (Atom)



