Jadi tadi gw nonton Harry Potter, dua kali hari ini. it was pretty good, but can be better actually.
Teringat akan kenangan pahit yang diingatkan oleh adek gw baru-baru ini tentang peristiwa fenomenal gw di ujung kulon. Jadi gw kan lagi di ujung kulon nginep di sebuah penginapan yang dibuat dari anyaman yang kayak di desa-desa begitu. Sudah tahu kan bahwa di sana seperti istana untuk monyet. Jadi suatu hari gw sedang berjalan dari tempat makan ke penginapan melewati dunia liar (istana monyet) langkah demi langkah sampai akhirnya gw menyadari bahwa para MONYET sedang memandang gw dengan aneh. deg-degan tapi gw meneguhkan hati untuk tetap berjalan.. selangkah dua langkah. Monyet itu ngikutin gw men. selangkah... dan gw lari jeng jeng monyet-monyet itu sudah mencegat gw di depan. gosh, bayangin. gw dikelilingi oleh banyak sarimin... seriously.
Tapi tiba-tiba ada seorang ibu-bu yang bilang, "dek itu kuncinya dek!"
hah kunci? kunci apa? gw baru sadari bahwa gw menggenggam kunci di penginapan di kamar, yang ternyata setelah gw ketahui bahwa kunci yang gw pegang itu terlihat seperti permen di mata anak balita untuk para monyet yang telah mencegat gua. Problem Solved gw masukin ke kantong dan lari secepat kilat menuju penginapan.
untung peristiwa itu gak terjadi SAAT gw berada di kawasan badak kawan-kawan.
sekarang jam 12:01. ok dadaaaah.
"Sam and Patrick looked at me.
And I looked at them. And I think they knew.
Not anything specific really.
They just knew.
And I think that's all you can ever ask from a friend."
-C.bukowski




No comments:
Post a Comment